Rabu, 29 Mei 2013

Kisah untuk Ibu


Ibu, banyak kenangan bersamamu yang  ku simpan sampai detik ini, aku rindu mu ibu,  seakan tawa ku, canda ku, bahagia ku, tak berarti tanpa mu disisiku. 1 Mei 2013 kau tinggalkan kami, pada saat hari duka itu aku tidak bersamamu saat terakhirkalinya. Suami mu anak-anak mu, cucu-cucu mu, serta kerabat dan para sahabat yang dicintai kau tinggalkan. Memang semua sudah waktunya harus pergi , aku tak bisa meminta agar waktu itu tak terjadi, tapi kami sudah ikhlas dengan semua ini agar ibu tenang berada disana.
Ibu, aku kangen ibu, kini ku tak dapat melihat senyum mu lagi, tak dapat melelihat tawa mu lagi, tak dapat merasakan belaian mu lagi, tak bisa merasakan manja ku lagi saat kau pergi ke surga sana. Aku pun tak tau harus mengadu pada siapa disaat ku sedih, bahagia, dan disaat ku ingin menyandar di kedua paha mu ibu. Selama ibu masih ada di dunia ini aku belum pernah memberikan kebahagiaan yang menurut saya itu tangisan haru (bahagia), aku hanya meminta dan meminta kepaa ibu, aku belum merasa mandiri di hadapan mu ibu,hampir 18 tahun ibu mengurusdan mendidik ku tentang kebaikan dan ibu tinggalkan aku disaat aku sedang mencari ilmu.
Disaat ibu terbaring kaku dihadapan ku, yang aku lakukan hanya bisa membaca ayat-ayat suci Al-Quran karena aku takbisa berbuat apa-apa lagi, disaat itu hati ku sangat terpukul saat kepergiannmu dan dihadapan ku ibuku tak bernyawa lagi, dan aku melihat betapa sedihnya ketika  aku menggotong ibu untuk dimandikan, di kafankan, dan di shalatkan untuk yang terkahir kalinya, air mataku pun takdapat berhenti menetes, karena aku sayang pada ibu. Dan yang hanya bisa aku lakukan saat ini hanya memberikan doa untuk ibu disana, agar bisa tenang di alam sana dan semoga semua doa-doa sku sampai disana. Dan aku disini akan terus berjuang untuk masa depan ku yang  ibu inginkan.
*Ibu semoga engkau tenang di alam sana, bahagia bersama orang-orang solehah, aku disini merindukan mu, aku tak akan lupa atas kasih sayang yang kau berikan selama ini, dan kau yang mengajar kebaikan, mendidik dan mengurus ku sehingga aku bisa sebesar ini, aku hanya bisa berdoa untuk mu. “Ibu yang tenang di surga sana” I MISS YOU MOM”*

Anak mu
Iwa Kusuma Afifi