Ibu, banyak kenangan
bersamamu yang ku simpan sampai detik
ini, aku rindu mu ibu, seakan tawa ku,
canda ku, bahagia ku, tak berarti tanpa mu disisiku. 1 Mei 2013 kau tinggalkan
kami, pada saat hari duka itu aku tidak bersamamu saat terakhirkalinya. Suami
mu anak-anak mu, cucu-cucu mu, serta kerabat dan para sahabat yang dicintai kau
tinggalkan. Memang semua sudah waktunya harus pergi , aku tak bisa meminta agar
waktu itu tak terjadi, tapi kami sudah ikhlas dengan semua ini agar ibu tenang
berada disana.
Ibu, aku kangen ibu, kini ku tak dapat melihat senyum mu lagi, tak dapat
melelihat tawa mu lagi, tak dapat merasakan belaian mu lagi, tak bisa merasakan
manja ku lagi saat kau pergi ke surga sana. Aku pun tak tau harus mengadu pada
siapa disaat ku sedih, bahagia, dan disaat ku ingin menyandar di kedua paha mu
ibu. Selama ibu masih ada di dunia ini aku belum pernah memberikan kebahagiaan
yang menurut saya itu tangisan haru (bahagia), aku hanya meminta dan meminta
kepaa ibu, aku belum merasa mandiri di hadapan mu ibu,hampir 18 tahun ibu
mengurusdan mendidik ku tentang kebaikan dan ibu tinggalkan aku disaat aku
sedang mencari ilmu.
Disaat ibu terbaring kaku dihadapan ku, yang aku lakukan hanya bisa membaca
ayat-ayat suci Al-Quran karena aku takbisa berbuat apa-apa lagi, disaat itu
hati ku sangat terpukul saat kepergiannmu dan dihadapan ku ibuku tak bernyawa
lagi, dan aku melihat betapa sedihnya ketika
aku menggotong ibu untuk dimandikan, di kafankan, dan di shalatkan untuk
yang terkahir kalinya, air mataku pun takdapat berhenti menetes, karena aku
sayang pada ibu. Dan yang hanya bisa aku lakukan saat ini hanya memberikan doa
untuk ibu disana, agar bisa tenang di alam sana dan semoga semua doa-doa sku
sampai disana. Dan aku disini akan terus berjuang untuk masa depan ku yang ibu inginkan.
*Ibu semoga engkau tenang di alam sana, bahagia bersama orang-orang solehah,
aku disini merindukan mu, aku tak akan lupa atas kasih sayang yang kau berikan selama
ini, dan kau yang mengajar kebaikan, mendidik dan mengurus ku sehingga aku bisa
sebesar ini, aku hanya bisa berdoa untuk mu. “Ibu yang tenang di surga sana” I
MISS YOU MOM”*
Anak mu
Iwa Kusuma Afifi
